Keyboard shortcuts

Press or to navigate between chapters

Press S or / to search in the book

Press ? to show this help

Press Esc to hide this help

Fitur Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek (object-oriented programming, disingkat OOP) adalah sebuah cara buat memodelkan program. Objek (objects) sebagai sebuah konsep terprogram diperkenalkan pada bahasa pemrograman Simula di tahun 1960-an. Objek-objek tersebut memengaruhi arsitektur pemrograman buatan Alan Kay di mana objek-objek bisa saling melempar pesan satu sama lain. Buat mendeskripsikan arsitektur ini, dia mencetuskan istilah object-oriented programming di tahun 1967. Ada banyak definisi yang saling bersaing mengenai apa itu OOP, dan berdasarkan beberapa dari definisi-definisi tersebut Rust bisa dibilang berorientasi objek, tapi berdasarkan definisi lainnya dia bukan. Di bab ini, kita bakal mengeksplorasi ciri-ciri tertentu yang umumnya dianggap berorientasi objek dan gimana ciri-ciri itu diterjemahkan (translated) ke Rust yang idiomatik. Kita lalu bakal menunjukkan ke kita gimana cara mengimplementasikan sebuah desain pola (design pattern) berorientasi objek di Rust dan membahas trade-offs (kelebihan dan kekurangan) dari melakukannya dibandingkan dengan mengimplementasikan solusi yang memanfaatkan kekuatan- kekuatan dari Rust itu sendiri.